Recent Posts

Beranda

Facebook

Cari Blog Ini

Random Posts

Recent Posts

Header Ads

Popular Posts

Comments

3-comments

Archive

Latest video-course

1-tag:Videos-800px-video

Campus

4-tag:Campus-500px-mosaic

About

This just a demo text widget, you can use it to create an about text, for example.

Testimonials

3-tag:Testimonials-250px-testimonial

Logo

Logo
Logo Image. Ideal width 300px.

Ads block

Banner 728x90px

Courses

6-latest-350px-course

Search This Blog

Ngeri! Indonesia Peringkat Kedua Perselingkuhan Terbanyak di Asia

Kamis, 21 November 2024



Oleh: Nandias Ema Nurdiansyah, S.Akun. (Pendidik, Aktivis Dakwah)

*Kan ku arungi tujuh laut samudra*
*Kan ku daki pegunungan himalaya*
*Apapun kan ku lakukan tuk dirimu sayang*
*Oh penjaga hatiku*

Pada bagian tengah lagu "Penjaga hati" yang dirilis oleh Nadhif pada tahun 2019 ini menggambarkan metafora bahwa seseorang akan rela melakukan apa saja untuk pasangan yang dicintainya, dia akan berjuang mengatasi segala rintangan demi cinta, serta menggambarkan kesetiaan yang mendalam, bertekad untuk tetap bersama apapun rintangannya. 

Namun, hal itu hanya indah pada lirik lagu. Rupanya kehidupan berkeluarga masyarakat saat ini sangat rapuh, bahtera rumah tangganya tak mampu menahan terjangan ombak, sehingga banyak yang berantakan dan memilih untuk berpisah (bercerai), bahkan ada yang berujung maut.

Menurut survei aplikasi Just Dating, negara Indonesia merupakan negara nomor dua di Asia dengan kasus perselingkuhan terbanyak. Hasil survei menunjukkan sebanyak 40% mengaku pernah menyelingkuhi pasangannya. (Wartakotalive.com, 18/2/2023)

Bulan September lalu tersiar kabar perselingkuhan berujung maut di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Seorang ibu rumah tangga berinisial FF (26) meregang nyawa usai dibantai suaminya sendiri berinisal AS (30). Aksi pembunuhan ini diawali dari rasa cemburu AS karena korban berselingkuh. (Indozone.id, 6/9/2024)

Kehidupan pernikahan memang tidak selalu aman dan tentram. Terkadang adakalanya biduk rumah tangga itu tergoncang oleh ujian, salah satunya perselingkuhan. Ini disebabkan karena jauhnya masyarakat dari aturan Islam, sehingga perselingkuhan menjamur dalam kehidupan keluarga muslim.

Sistem Sekuler-Kapitalis menjadi biang keroknya. Masyarakat cenderung memisahkan agama dalam hidupnya, fokus pada cuan, dan menghiraukan aturan Islam. Seharusnya negara turut andil dalam menjaga pergaulan laki-laki dan perempuan. Misalnya, stop tayangan yang membangkitkan syahwat, aturan wajibnya menutup aurat bagi muslimah, dan mewadahi keluarga muslim untuk belajar Islam.

Sebetulnya Rasulullah SAW. telah memberikan nasihatnya untuk kita semua agar tercegah dan tidak terjebak pada hubungan yang diharamkan Allah. Nasihat Rasulullah SAW. diantaranya;
1. Menyelami Kembali Tujuan Pernikahan.
Keluarga yang tegak di atas syariat Islam, sesungguhnya akan mampu menciptakan ketenangan, ketentraman, keadilan, dan rasa aman. Suami-istri akan menjadi partner suka dan duka. Keduanya akan menjalin komunikasi yang baik, saling mengingatkan ketika salah satu mulai menyalahi syariat. Oleh karena itu, ketika rasa bosan melanda, pentingnya mengingat kembali tujuan menikah. Jika tujuan menikahnya untuk meraih ridho Allah, pasti setiap problem akan diselesaikan sesuai dengan syariat Islam.

2. Menjaga Interaksi dengan lawan jenis.
Dalam Islam kehidupan laki-laki dan perempuan itu terpisah (infishal). Mereka hanya boleh berinteraksi ketika ada hajat syar'i, misalnya jual-beli, pendidikan, kesehatan, pengadilan, dan lain-lain. Tidak perlu curhat ke teman (lawan jenis) ketika ada problem dalam rumah tangga. Jangan bermain api! 

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. telah memberi nasihat kepada para suami yang tertarik dengan wanita lain yang bisa berujung perselingkuhan. Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu.” (HR  Tirmidzi).

Itulah nasihat Rasulullah saw. agar para suami selalu mengingat istrinya. Demikian pula agar para istri menjaga kehormatan dan setia kepada suaminya.

Oleh karena itu, yang terpenting adalah seluruh upaya berada di jalan syariat sehingga keberkahan terwujud dalam keluarga kita. Pasti berat ketika kita harus mengingatkan pasangan yang tergoda atau terjebak hal-hal yang bisa menjerumuskan kepada pelanggaran hukum syarak. Namun, kita harus berupaya mengembalikan pasangan kepada koridor syarak. Ingatlah selalu sabda Rasulullah saw., “Jagalah syariat Allah, niscaya Allah akan menjagamu.“  (HR. Ahmad)

Mengejar kebahagiaan pernikahan butuh kesungguhan dan pengorbanan. Selalu minta pertolongan Allah supaya rumah tangga yang dijalani tetap terjaga dalam koridor syariat, menjadi pasangan di dunia hingga syurga-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar